Pemuda Muhammadiyah Sambas

Pemuda Muhammadiyah Sambas
--------------------------------------------------

Sabtu, 31 Desember 2011

Jangan sampai Menggurita

Apa jadinya apabila organisasi dililit kebohongan, apa jadinya apabila organisasi diarcuni dogma senioritas, apa jadinya apabila organisasi dijadikan alat pelengkap Curiculum Vite pribadi, adan apa jadinya apa bila pesan sang ahmad dahlan yang paling sering disampaikan terjadi, " hidupilah muhammadiyah jangan mencari hidup di Muhammadiyah"
Tahun 2012 akan segera didepan mata pergantian tahun tentu akan disambut gegap gempita manusia diseluruh dunia, dalam satu malam hanya menunggu pergerkan detik yang menyebapkan pergeseran tahun.
Muhammadiyah sebagai intutusi masyarakat mulai harus berpikir kembali, memasang strategi untuk kembali menjadi yang terdepan, untuk siap berbicara lantang membonkar kebenaran untuk Islam yang hakiki., namun akan sangat ironis apabila saat ini Muhammadiyah hanya sebagai organisasi  massa yang hanya hebat didunia pendidikan dan kesehatan.
Saangat ironis sekali saat ini, secara pemetaan Muhammadiyah hanya terasa dibeberapa daerah saja, tertuma di Jawa, namun apa bila ditilik lebih jeli kondisi tersebut maka saya melihat sebuah gulungan benang klasik yang kini menjadi gurita didalam tubuh muhammadiyah, diantaranya :
1. Kaderisasi, Tak ada yang meragukan sistem kaderisasi muhammadiyah yang dilakukan secara berjenjang, namun pertanyaannya, militankah mereka, untuk digaris bawahi militan yang saya maksud adalah, seorang kader yang siap untuk menerima dan menjalankan kehidupan sesuai dengan perjuangan muhammadiyah, dan selalu siap untuk mengatakan " Saya seorang muhammadiyah "
2. SDM, sebuah organisasi yang baik tentu memerlukan SDM yang baik pula, penting kiranya muhammadiyah membangun jaringan SDM yang berkualitas, berkualitas dari penguasaan muhammadiyah dan organisasi, satu hal yang tak dapat dipisah dan harus saling mengisi, saya melihat banyak sekali pengurus muhammadiyah hanya memahami organisasi tidak memahami muhammadiyah, dan selalu menjadikan muhammadiyah bagian kedua dalam sebuah sistem pergerakan, dimana aturan aturan muhammadiyah selalu dinegoisasi agar kebijakan dapat mulus berjalan, sebagai contoh, Pemilihan kepala sekolah Muhammadiyah, hampir tidak pernah dalam setiap pemilihan kepala sekolah muhammadiyah komponen komponen penting untuk duduk bersama, akan sangat baik, apabila Dikdasmen, Majelis kaderisasi dan dewan guru sekolah Muhammadiyah duduk bersama. akibatnya kader yang militan secara organisasi dan militan akan terpinggirkan, suasana kerja yang saling mencurigai dan akhirnya titipan lah yang berkuasa
3. Amal Usaha, Hanya Muhammadiyah yang memiliki amal usaha yang tersebar bagaikan jamur, dari sabang sampai maroke, pendirian amal usaha bukan hanya sebagai alat atau media untuk menghimpun dana umat, namun ada kepentingan strategis lainnya, yaitu proses kaderisasi, pertanyaanya, sudah berapa banyak sekolah, kampus dan amal usaha lainnya melahirkan calon calon Muhammadiyah, mereka hanya dilahirkan untuk memegang Ijazah Muhammadiyah sebagai bentuk bahwa mereka bersekolah dimuhammadiyah bukan kader muhammadiyah
4. Sirkulasi struktur Muhammadiyah, sebuah sumbang dan saran, mungkin akan lebih baik, apabila setiap pengurusan muhammadiyah dibentuk untuk perkembangan organisasi muhammadiyah harus menimbangkan kader kader yang terdidik secara muhammadiyah dan organisasi, banyak pengurus muhammadiyah yang muda pindah atau lari dari muhammadiyah karena merasa tidak dihargai oleh senior seniornya, akses informasi tentang muhammadiyah harus dibuka, traspransi ditubuh muhammadiyah dijalankan, dengan begitu muhammadiyah akan terjaga, sudah saatnya estafet muhammadiyah diberikan kepada mereka yang telah teruji sebagai muhammadiyah, dan tidak pernah malu untuk mengatakan saya " Muhammadiyah "
Banyak hal yang harus dikoreksi, agar dilembar lembar tahun berikutnya meuhammadiyah berjalan dengan baik.dan tentunya masalah ini tidak menjadi guruta ditubuh Muhammadiyah yang kita cintai



FAISAL RIZA
Sekretaris pemuda Muhammadiyah

Selasa, 08 November 2011

Surat Untuk Sahabat

Dalam sebuah organisasi tentunya memerlukan sumber daya manusia yang handal, dinamis dan kreatif, pentingnya sumberdaya yang berkualitas akan membuat pergerakan organisasi menjadi lebih dinamis. Penting untuk sebuah organisasi sebelum memulai proses pelaksanaan pekerjaan terlebih dahulu melihat mepping Sumber daya manusia, hal ini dilakukan agar tidak salah menempatkan.
Rasulullah telah bersabda,"janganlah sekali kali kita menyerahkan sesuatu kepada yang bukan ahlinya, tentunya akan mengakibatkan kekacauan". telah berabad abad yang lalu rasulullah telah membuat teori manajemin Sumber Daya Manusia dalam sebuah organisasi, apabila kita melihat kembali kondisi keorganisasiian saat ini tentunya banyak sekali organisasi yang hidupnya ngandat dikarenakan salah urus.
Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat yang berbasis keagamaan tentunya harus lebih matang dalam mengelola menajemen SDM, berapa banyak pelatihan yang dirancang dan dilaksanakan untuk menambah skill SDM, berapa banyak organisasi yang jalannya tunggang langgang, bukan karena tidak ada dana, tetapi SDM nya yang manja, 
Pemuda Muhammadiyah sebagai garda terdepan dalam Muhammadiyah tentunya harus lebih cerdas dalam memilih pelaku pelaku kebijakan, harus lebih cerdas dalam memilih militan militan Pemuda, bisa kita bayangkan apabila pelaku pelaku atau pengurus dipilih karena, kawan dekat, team sukses atau sekedar sang pendana akhirnya akan menciptakan masalah sendiri, sebuah konsekkuwensi yang akan diterima bahwa organisasi tersebut sarat kepentingan dan tidak lagi memperjuangkan Visi dan Misi organisasi.
Prilaku terburuk yang saat ini terjadi adalah ketiga terjadi perubahan struktur maka para pemain lama akan dibabat habis, pada hal tidak semua pelaku yang lama memiliki kebobrokan, mereka hanya berada diwaktu dan komunitas yang salah.
Sahabatku, Mari kita berjuang untuk mengharumkan Pemuda Muhammadiyah, mari kita tegakkan amar makruf nahi mungkar dan mari kita kawal pertiwi ini jangan ada air mata lagi. selamat berjuang sahabat ku
Allah selalu melindungimu

FAISAL RIZA
Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kab Sambas

Jumat, 22 Juli 2011

Selamatkan Amal Usaha Muhammadiyah

Muhammadiyah sebuah lembaga sosial masyarakat yang sangat dihormati dan teruji saat ini telah diakui konstribusinya untuk bangsa Indonesia. Setiap kader kader Muhammadiyah akan selalu berperan sebagai kader bangsa, kemudian kader masyarakat baru menjadi kader perserikatan, pertanyyanya kenapa?........Sangat diharapkan setiap kader Muhammadiyah mencorehkan prestasi disetiap Zamannya.
Sebuah prestasi yang tak diragukan bahwa saat ini amal usaha Muhammadiyah telah menjalan diseluruh negri merah putih ini, sebuah prestasi yang membanggakan, namun mari kita tinjau lebih jauh.....
Diawal pergerakan Muhammadiyah, muhammadiyah membentuk sekolah, klinik dan lembaga lembaga bermanfaat untuk masyarakat lainnya. Satu abad Muhammadiyah amal usaha tersebut bak jamur disetiap propinsi, daerah, kecamatan dan desa miniman ada satu amal usaha Muhammadiyah minimal sekolah.
Kini zaman sudah berubah.....masih seperti itukah amal usaha Muhammadiyah
banyak nya amal usaha Muhammadiyah memang tak diragukan dari hitungan kuantitas dan kualitas, namun bagaimana dengan lembaga kontrolnya. penting untuk dipikirkan bersama bahwa ada setiap cdelah untuk menggeser status amal usaha muhammadiyah.
" Hidupilah muhammadiyah jagan mencari hidup di muhammadiyah" sebuah pesan yang sangat dalam pernuh arti dan sarat peringatan bagi kader muhammadiyah.....banyangkan apabila sistem dan aturan diubah dengan perlahan lahan namun pasti pasti akan muncul stetmen baru " mari jarah Muhammadiyah". secara pribadi saya melihat telah terjadi perubahan dalam amal usaha Muhammadiyah salah diantaranya:
1. Semangat alma'un sudah tidak menjadi ruh di amal usaha muhammadiyah, bahkan cendrung matrialistik
2. Perubahan paradigma,amal usaha muhammadiyah merupakan aset strategis muhammadiyah dalam dua hal, yakni
a. sebagai bentuk usaha mencari simpatik masyarakat terhadap pergerakan muhammadiyah
b. sebagai aset strategis dalam dakwah muhammadiyah yang kini hanya menjadi dakwah bisnis oknum muhammadiytah
c.sebagai bentuk proses kaderisasi anggota muhammadiyah yang kini gersang
3. Muhammadiyah kini bukan lagi sebagai gerakkanku. tapi hanya sebagai simbolku. banyak sekali kader muhammadiyah berpikir dua,tiga,hingga ratusan kali untuk menyatakan bahwa Muhammadiyah adalah gerakkan ku
penting kiranya disetiap lini kepengurusan Muhammadiyah membentuk majlis baru walaupun kedepannya harus atau tidak berkoordinasi dengan Majlis wakaf, tetapi sangat penting membentuk majlis pertimbangan dan pengawasan amal usaha muhammadiyah yang kedepannya secara khusus mengontrol dan mengaudit apakah amal usaha tersebut berfungsi dan trasparan dalam proses pengelolaannya.
saya pikir akan ada penguasaan-penguasaan amal usaha muhammadiyah oleh oknum atau kelompok tertentu, dan akan ada celah celah korupsi diamal usaha muhammadiyah, trasparansi didalam tubuh muhammadiyah sangat penting agar masyarakat mengetahui bahwa muhammadiyah masih dijaga oleh kader kadernya yang jujur.
mari lindungi Muhammadiyah, karena Muhammadiyah adalah gerakanku..

Faisal Riza
Sekretaris Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Sambas
( Sebuah Percikan Pemikiran )

Jumat, 15 Juli 2011

Sekolah Sebagai Lembaga Kader

Muhammadiyah..........sebuah kata yang telah mengukir zaman, 1 abad melitasi zaman muhammadiyah tetap tegar sebagai bagaian dari perjuangan bangsa Indonesia, memang waktu terus berputar, zaman selalu berganti dan pemimpin terus datang dan pergi namun Muhammadiyah tidak pernah absen dalam setiap zamannya, dengan motto Amar ma'ruf nahi mungkar Muhammadiyah tetap konsisten pada jalurnya
Dengan merintis pendidikan Muhammadiyah menjelma menjadi Institusi terbesar di Indonesia, sekolah sebagai tempat menuntut ilmu juga merupakan aset strategis bagi pergerakan Muhammadiyah, melalui institusi pendidikan Muhammadiyah, terciptalah kader kader Muhammadiyah baik dari sisi idiologi maupun dari sisi akhlak.melalui institusi pendidikan banyak sudah kader kader terbaik Muhammadiyah berperan dalam membanguan negri diantaranya Ir Sukarno, Jendral Sudirman, Amin rais, Din syamsudin dan banyak lagi yang lain
penting kiranya Muhammadiyah meninjau kembali wadah pendidikannya untuk 10 atau 20 tauhn kedepan, satau pertanyan lain masih sanggupkah Muhammadiyah mencetak kader dan generasi yang bermuhammadiyah.Jikalau sekolah-sekolah Muhammadiyah hanya sebagai Institusi pendidikan maka tak heran apabila 10 atau 20 tahun kedepan sekolah Muhammadiyah hanya sebuah bangunan yang penuh dengan meja serta alat tulis lainnya , maka akan lahir generasi generasi yang hanya membawa Ijazah yang berlebelkan Muhammadiyah, tapi bukan lulusan yang berlebelkan Muhammadiyah, akan terdapat dampak negatif apabila ini terjadi :
1. Untuk sekian tahun nKedepan secara perlahan lahan Muhammadiyah akan kehilangan generasi 
2. sekolah Muhammadiyah hanya dipandang sebagai Institusi pendidikan bukan intitusi kader
3. celakanya, sekolah Muhammadiyah hanya dijadikan untuk bisnis semata
Pentingnya untuk meninjau kembali kelembagaan pendidikan ini, sehingga autputnya seimbang anatara lulusan dan kader, anatara kualitas dan kuantitas, sehingga akan melahirkan kader yang ber Muhammadiyah, kader yang al ma'un bukan almarhum, dan tentunya kader yang militan dan menjadikan MUHAMMADIYAH sebagai GERAKAN KU


Faisal riza
Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kab Sambas
Kal-Bar

Jumat, 08 Juli 2011

Selamat Musda Pemuda Muhammadiyah

Pemuda Muhammadiyah sebagai garda terdepan dari Muhammadiyah tentunya memilki tangging jawab yang begitu besar untuk menjaga kehormatan Muhammadiyah, hampir seluruh Ortom Pemuda Muhammadiyah akan melakukan Muda, otomatis akan terjadi perubahan organisasi baik dari struktural sampai ke program itu sendiri, pertanyaannya....bagaimana dengan tatanan organisasi Pemuda Muhammadiyah, ketika akan ditinggalkan pengurus yang lama dan akan dididuduki pengurus yang baru....
Dilema yang selalu terjadi Pemuda Muhammadiyah adalah, ketika akan melakukan musda semangat perubahan dan kompetisi begitu membahana, bak api yang mendidihkan air...begitu bersemangat baik untuk menggantikan maupun mempertahankan jabatan...tetapi ketika semua sudah diketahui hasilnya semangat itu hilang bahkan beku....lantas bagaimana nasib ortom ini kedepan...jikalau Musda Pemuda Muhammadiyah hanya sebuah proses mempertahankan  dan merebut kekuasaan...!!!!!
Kadang kita sebagai pengurus yang lama lupa kinerja dan progres kerja dalam melaksanakan program, selama memimpin Ortom ini ( Pemuda Muhammadiyah ) hanya sebagai pelengkap dalam riwayat hidup kita  ( CV ) kita tidak pernah merasa bahwa ada tanggung jawab yang diberikan...tanggung jawab menjaga dan melahirkan kader, tanggung jawab mengharumkan nama, tanggung jawab membina masyarakat,...kita mungkin akan menjadikan Ortom ini sebagai ladang bisnis yang tak karuan...bahkan mungkin hanya sebagai tameng bahwa kita orang yang berpengaruh namun tidak amanah..
Begitu juga calon yang baru...begitu semangat ingin menggantikan yang lama tanpa melihat capaian kerja dan kinerja sebagai pengurus, terlalu banyak menyalahkan tapi minim tindakkan, terlalu banyak menjadi oposisi padahal peranannya ditunggu
.
Penting kiranya kita semua ( termasuk Saya ) kembali mengkaji capaian kerja dan kinerja program, kaderisasi yang baik, ekonomi organisasi, tentunya sangat arif jika singkronisasi pengurus menjadi landasan dalam Musda...sehingga tidak tercipta pengkotakkan atau unjuk kekuatan dalam Musda...kini sudah saatnya musda memilih pengus yang mau bekerja, militan dan berasal dari proses kaderisasi, sudah saatnya musada menjadi titik awal untuk mengkaji kembali langkah gerak bersama disetiap bidang bahkan di tingkat AMM.

Pemuda Muhammadiyah adalah penjaga organisasi Muhammadiyah mari kita mengkaji dimana kesalahan dan apa yang harus diperbaiki, bagi pengurus baru mari perbaiki kinerja yang sudah ada, karena Muhammadiyah adalah gerakan kita bersama
SELAMAT  MUSDA REKAN REKAN KU.....
Faisal Riza
Sekretaris Pemuda Muhammadiyah kab  Sambas. Kalbar

Senin, 27 Juni 2011

Muhammadiyah dan Dialog Pemikiran

Mengutip peryataan DR Muhadjir, rektor universitas Muhammadiyah Malang yang menyatakan terdapat tiga elemen dalam Muhammadiyah yang terdiri elemen agamawan, elemen intelektual dan elemen pelayan, dimana ketiga elemen tersebut bersenergis agar tercipta Muhammadiyah yang kuat,solid dan bermanfaat, namun ada satu elemen yang masih sangat diperlukan dari ketiga elemen tersebut yaitu elemen penggembira, hal ini dikarenakan elemen tersebut merupakan khas dari Muhammadiyah, apabila diamati penggembira yang bahasa arabnya basyiran-mubasysyir, mulai bergeser menjadi nadziran,munadzir yang kadangkala sering tidak menyampaikan tabsyir,tapi sebaliknya.
Muktamar pemikiran atau kolokium, walaupun hanya sekedar dialog pemikiran yang menyeratakan berbagai kalangan pemikir Muhammadiyah dari berbagai mahzab pemikiran, dialog pemikiran sangat diperlukan hal ini diperlukan karena para pemikir Muhammadiyah telah beragam baik karena pengaruh almamater, tempat tinggal, daerah, lokalitas paling tidak akan muncul dua mahzab yang kemudian memunculkan sejumlah liberalisasi,radikal, atau konserfatif
Apa bila gejala tersebut dilihat lebih santai maka hal tersebut dapat dianggap sebuah proses terapi, tetapi kalau diseriusi hal tersebut dapat menyedihkan, menyedihkan kalau interaksi diantara keduanya lebih menampilkan sebagai dialektika pemikiran daripada dialog-dialog pemikiran. Karena akan lebih tampil menjauh daripada saling mendekat, hal ini apabila dibiarkan akan menjadi lebih kontraproduktif, karena itu diperlukan adanya upaya dialog,.yang lebih konstruktif
Dalam Konteks dan kondisi sekarang dialog-dialog tersebut sangat diperlukan. Gejala dialektika pemikiran yang berpotensi saling menjauhkan karena itu harus diubah menjadi gejala dialog pemikiran, ada semacam kerancuan alam pikiran dikalangan Muhammadiyah, bukan berarti organisasi belum membukukan dan membakukan yang seharusnya dibukukan atau dibakukan seperti Putusan Tarjih dan putusan-putusan strategis organisasi, tetapi itu lebih banyak meliputi aspek strategis gerakan.
Jadi masih ada semacam kerancuan, bahkan tidak hanya pada ambiguitas pemikiran, tetapi juga absurditas pemikiran, terutama ketika harus menyikapi dan memberikan respon terhadap tantangan baru yang dalam hal ini ada ambiguitas dan juga sampai pada nuansa absurditas pemikiran. Mengapa demikian sebenarnya ini bukanlah sesuatu yang salah tetapi juga merupakan konsekwensi logis dari kedirian kita yang sejatinya membuka peluang bagi keragaman pemikiran itu sendiri
Secara teologis Muhammadiyah kadang-kadang menyebut diri sebagai gerakan yang secara teologis berada pada katagori salafiah atau salafisme, hal tersebut yang menjadi landasan KH.A Dahlan dalam pendirian Muhammadiyah, salah satu referensinya adalah tafsir Al-Manar dari Rasyid ridha, tokoh salafiah abad 20. Ketika muncul gerakan salafiah sekarang yaitu memiliki gerakan dan atribut yang khas seperti harus memakai celak, memakai jubah dan yang lainnya, maka timbul pertanyaan apakah Muhammadiyah seperti ini ? Ya, mungkin Salafi-Nya , yaitu Salafi tengahan.
Apabila mau jujur , salah satu ajaran utama ar-ruju'ila Qur'an was-sunnah tetapi kegagalan kaum salafiyah, termasuk yang mebawa bendera ar-ruju ila Qur'an was -Sunnah adalah kegagalan mereka dalam merumuskan metodologi kembali kepada Al-qur'an dan sunnah, jadi kuncinya adalah kaifa narja', yaitu kembali kepada kerangka kaifiyah, dan Muhammadiyah harus lebih keras dan maksimal , mungkin belum pernah terpikirkan untuk merumuskan kerangka metodologi dan kerangka epistemologis untuk kembali pada al-qur'an dan sunnah. Dalam putusan tarjih ada tambahan was sunah al-maqbulah, jadi Muhammadiyah bukan inkarus sunnah dan inkarul Qur'an, tetapi murujuk pada Al-Qur'an dan sunnah, namun perjalanan masih panjang Majlis tarjih mempunyai tugas besar untuk merumuskan kaifa narja'ila-qur'an was sunnah, tetapi pada tingkat metodologi dan epistemologi.


Prof.DR.M Din Syamsuddin
22 April 2008

----------
Website resmi Muhammadiyah Pusat tag Artikel
Makalah telah diedit namun tidak bermaksud mengurangi makna dan isi

Sabtu, 25 Juni 2011

Menjaga Gerakan Ku

1 Abad Muhammadiyah, sebuah lintasan sejarah yang telah banyak menoreh banyak nama-nama tokoh Muhammadiyah dalam segala bidang dan zaman,dengan semangat surah al ma'un dan Visi misi amar ma'ruf nahi mungkar Muhammadiyah selalu eksis dalam memperjuangkan bangsa,
Muhammadiyah konsisten dalam memperjuangkan nasib masyarakat miskin karena itulah Muhammadiyah cepat berkembang
1 Abad Muhammadiyah tentunya banyak hal yang harus dilihat, dicermati,diteliti bahkan di bersihkan dari hal-hal yang dapat merusak pergerakan Muhammadiyah, melihat perkembangan Muhammadiyah saat ini tentu sangat membanggakan, dengan membangun badan amal usaha Muhammadiyah telah tumbuh sebagai organisasi yang mandiri
1 Abad Muhammadiyah tentu kita harus istropeksi apakah misi pencerahan ini masih dalam relnya atau semangat pencerahan tersebut perlahan lahan telah meredup, ada beberapa catatatan yang harus dilihat, paling tidak sebagai reverensi dalam melihat kondisi Muhammadiyah secara keseluruhan, agar Muhammadiyah tetap sebagai Sang pencerah bangsa  diantaranya :
1. Kembali kepada semangat surah al Ma'un, sebagai ruh Muhammadiyah surah al ma'un memilki kekuatan sendiri, Muhammadiyah bangkit dan hadir ditengah tengah kejahiliyahan Masyarakat, ditengah-tengah kemaksiatan, ditengah tengah kemusrikan dan ditengah tengah kemiskinan, bersama santrinya kiyai Akhmad dahlan selalu konsisten dalam memperjuangkan nilai nilai yang terkandung dalam surah al mau'un, maka menjelmalah Muhammadiyah sebagai organisasi yang mengayomi dan melindungi masyarakat, berkaca 1 abad Muhammadiyah saat ini apakah surah al maun masih menjadi ruh amal usaha Muhammadiyah.
Muhammadiyah salah satu organisasi keagamaan yang terkaya, yang apa bila dianalogikan seperti ini, saat ini setiap Pimpinan Muhammadiyah di daerah memiliki tanah wakaf , jika seluruh tanah wakaf tersebut dikumpulkan maka tidak Mustahil apabila setengah dari Republik tercinta ini milik Muhammadiyah, pertanyaannya apakah seluruh tanah wakaf tersebut bermanfaat bagi masyarakat miskin.....apakah tanah wakaf tersebut dapat membantu masyarakat sekitar.......atau....hanya sebuah tumpukan sertifikat yang berlebel tanah  wakaf
2. Badan Amal Usaha Muhammadiyah, telah tersebar mulai dari Sabang sampai Maroke dalam segala bentuk nya, baik sekolah, rumah sakit maupun kelembagaan lainya, tidak ada yang sangsi akan kehebatan Muhammadiyah dalam memanajemen Amal Usahanya, namun mampukah Badan Amal Usaha tersebut dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat sehingga akhirnya Muhammadiyah lebih dicitai, disamping itu mampukah Badan Amal Usaha tersebut dapat melahirkan kader Intelektual dan Militan
3. Kualitas Kader,.....muhammadiyah lahir sebagai bagian dari bentuk perlawanan kebodohan dan kemiskinan, Muhammadiyah lahir dengan ruh silaturahmi dan sifat sosialnya, sehingga tak salah apabila Kyai Akhmad Dahlah berpesan Hidupilah Muhammadiyah Jangan Mencari Hidup di Muhammadiyah , zaman telah berubah kini Muhammadiyah berada di lautan materialistis sehingga Munggkin terdapat badan Amal Usaha Muhammadiyah yang dikuasasi secara individu atau golongan, dengan lebel Muhammadiyah mereka menjarah Muhammadiyah, baik untuk kepentingan politik, ekonomi atau kebijakan strategis lainnya
berkacamata dari hal tersebut jangan sampai ada gurita di dalam tubuh Muhammadiyah, kedepannya lebih memaksimalkan lembaga pendidikan yang berorentasi pada terciptanya kader kader militan Muhammadiyah, sehingga tidak sekedar tempat menuntut ilmu
4. Menjaga Konsistensi, Ibarat sebuat anak panah yang ditarik dan dilepaskan meluncur di satu titik tidak berbelok atau mencari arah lain, hal ini yang sangat diperlukan oleh Muhammadiyah, hadirnya Muhammadiyah sebagai amar ma'ruf nahi mungkar sangat diperlukan bangsa ini, Muhammadiyah harus menjaga Konsistensi amar ma'ruf nahi mungkar dan tetap sebagai bagian dari surah Al maun 
Semoga pada zaman dan perputaran waktu lainnya akan hadir generasi Muhammadiyah yang militan......................
Fastabiqul Khairah
Wassalamualaikum


( Faisal Riza, Sekretaris Pemuda Muhammadiah Kab Sambas )